Langsung ke konten utama

Haruskah Aku Bercadar??

HARUSKAH AKU BERCADAR???
Oleh Diah Ayu Hidayah

Kalian yang mundur dari barisan ini…                                             
Maafku penuh untukmu
Jika sebab aku, kau putuskan berhenti menapak lagi
Aku berusaha menjaga kerlingan mataku
Aku bahkan menghapus galeriku

Haruskah aku bercadar??
Aku tak kan pernah bisa menjadi sosok mereka
Aku dengan segala adanya diriku
Putih sangat niatku
Tak bermaksud menyebarkan virus merah jambu

Haruskah aku bercadar??
Kau boleh suka denganku
Kau pun boleh jatuh cinta padaku
Wahai kau peniti aksara juga angka
Bukankah cinta dan mencintai itu wajar?

Haruskah aku bercadar??
Agar kau kembali meniti di sini
Agar tabayyun tak menjadi makanan lagi
Agar aku dengan bebasnya berexspresi di setiap liniku
Haruskah aku bercadar??
Jika semburat senyumku menganggu
Jika  lembar wajahku mengiang di detik waktu
Haruskah aku bercadar??
Jika alasan menjaga hati kau ikrarkan hanya untuk keluar dari forum ini
Aku yang dengan segala buruk dan nistaku
Sungguh aku seperti dihujani rasa bersalah
Haruskah aku bercadar??
Untuk kalian yang menjaga hati lantas pergi dari lingkaran ini
Untuk kalian yang mencintaiku sebelumnya
Terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih males-malesan liqo'??? Baca nih! "Urgensi Tarbiyah"

TARBIYAH ISLAMIYAH Adakah yang tahu tarbiyah itu apaa???? Kalo lum tahu, coba kita ulas “sedikit” tentang tarbiyah ini……. Menurut Abdurrahman An-Nahlawi ada tiga akar kata untuk tarbiyah. Rabaa-yarbu yang bermakna bertambah dan berkembang. Rabiya-yarba yang bermakna tumbuh dan berkembang. Rabba-yarubbu yang bermakna memperbaiki, mengurusi, mengatur, menjaga dan memperhatikan. Bagi gerakan yang didirikan Hasan Al Banna, tarbiyah memiliki sedikitnya tiga makna. Ia berakar dari kata Rabaa, Yarbuu, tumbuh. Tarbiyah menumbuhkan seseorang dari kekanakan ruh, kekanakan akal, dan kekanankan jasad menuju kematangan dan kedewasaan. Rabiya, Yurbii, berkembang. Tarbiyah mengembangkan manusia muslim dalam kemampuan-kemampuan yang dibutuhkannya menjalani kehidupan. Yaitu sebagai abdullah dan khalifah. Rabba, Yarubbu, memberdayakan. Ia yang telah tumbuh dan berkembang, harus diarahkan untuk berdaya guna. Kita telah menjadi mutarabbi, memiliki murabbi, halaqah, jadwal l...

contoh makalah TIK tentang e-mail

TUGAS MAKALAH TIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS JURUSAN TARBIYAH DI SUSUN OLEH 1.        DIAH AYU HIDAYAH (1501070037) 2.        DIKI KURNIAWAN (1501070242) 3.      ABDURAHMAN IBRAHIM (1501070143 4.      BUNGA DWI PUSPITA SARI (1501070031) 5.      KHOIRUL MUNAWAROH (1501070262)      Kata Pengantar Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan dan rahmat yang diberikannya sehingga tugas makalah ini dapat kami selesaikan dengan sebaik-baiknya demi memenuhi mata kuliah TIK. Shalawat  serta  salam  selalu tercurahkan kepada nabi besar Muhammad Rasulullah SAW.  Yang selalu kita nanti nantikan syafaat nya di yaumil akhir kelak. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak ...

The Power Of Ikhlas

The Power of Ikhlas (Kesadaran = Keikhlasan = Kemudahan) “Satu keberhasilan ikhlas yang disengaja akan memberikan pemahaman berserah diri yang nyata dan tak tergoyahkan” “Aku harus ikhlas...” atau “Sudahlah, kamu ikhlaskan saja..” Kalimat-kalimat seperti di atas sangat sering kita dengar bahkan kita ucapkan. Tapi, apakah kita sudah memahami apakah ikhlas itu? Ikhlas ditinjau dari sisi bahasa berasal dari kata kholusho, yaitu kata kerja intransitif yang artinya bersih, jernih, murni, suci, atau bisa juga diartikan tidak ternoda (tidak terkena campuran). Ikhlas menurut bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa mencampurinya. Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberi minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An-Nahl: 66) Pada ayat...